Dubes AS Tewas, Bandara Benghazi Ditutup atas Alasan Keamanan

Dubes AS Tewas, Bandara Benghazi Ditutup atas Alasan Keamanan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 14 Sep 2012 17:46 WIB
Dubes AS Tewas, Bandara Benghazi Ditutup atas Alasan Keamanan
Unjuk rasa di Libya menentang film ini (AFP)
Benghazi, - Bandara dan lalu lintas udara di wilayah Benghazi, Libya, ditutup demi alasan keamanan. Seluruh jadwal penerbangan harus dibatalkan dan tidak boleh ada pesawat yang mendarat di wilayah ini.

"Kami menerima perintah pada Kamis (13/9) malam untuk segera membatalkan semua penerbangan demi alasan keamanan," ujar seorang sumber dari bandara Benghazi kepada AFP, Jumat (14/9/2012).

Sumber tersebut menambahkan, sebuah pesawat milik Tunisair yang harusnya lepas landas pada Kamis (13/9) malam, terpaksa dilarang terbang menyusul diberlakukannya instruksi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kota Benghazi yang terletak di wilayah timur Libya ini telah sejak Selasa (11/9) dilanda ketegangan. Terutama ketika konsulat AS diserang, dijarah dan dibakar oleh ribuan demonstran. Aksi anarkis ini pun memakan korban. Duta Besar AS untuk Libya Christopher Stevens dan 3 staf diplomatik AS tewas dalam serangan tersebut.

Lebih lanjut, sumber dari bandara tersebut mengaku tidak ada alasan resmi terkait penutupan Bandara Benina di Benghazi. "Adanya ancaman rudal udara kemungkinan berada di balik keputusan ini," cetusnya.

"Diketahui bahwa pasca lengsernya Muammar Khadafi, ribuan rudal udara milik militer Libya dilaporkan hilang. Rudal-rudal ini bisa ditembakkan dengan alat peluncur portabel.

Sementara itu, maskapai penerbangan Libya, Afriqiyah, mengumumkan hal ini melalui akun Twitter-nya. "Seluruh penerbangan dari dan ke Bandara Benina dibatalkan merujuk pada kondisi keamanan."

Seorang sumber dari militer Libya menyatakan memang ada 'ancaman' di balik penundaan penerbangan-penerbangan tersebut. Namun dia tidak memberi penjelasan lebih lanjut. Sementara salah seorang saksi mata menuturkan, sebuah pesawat tak berawak sempat terbang di langit Benghazi sepanjang Kamis (13/9) malam hingga Jumat (14/9) pagi waktu setempat.

Para demonstran menyerbu konsulat AS di Benghazi guna memprotes film 'Innocence of Muslims' yang telah merendahkan Islam dan Nabi Muhammad. Dubes AS untuk Libya Christopher Stevens tewas dalam serbuan tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan Stevens tewas akibat menghirup terlalu banyak asap, setelah terjebak di dalam gedung konsulat yang terbakar. Dugaan sementara, di antara para demonstran terdapat kelompok militan yang menembakkan roket ke gedung konsulat tersebut.

Pemerintah AS menyatakan, pihaknya tengah menyelidiki insiden ini secara menyeluruh untuk mengetahui adanya keterlibatan kelompok militan, seperti Al-Qaeda dan kelompok lainnya.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads