Para demonstran yang sebagian besar masih remaja ini, bergerak mendekati Kedubes AS di Kairo dalam kelompok-kelompok kecil. Mereka bahkan tak segan melempar batu ke arah polisi yang mencoba menghadang mereka.
Jalanan di sekitar kantor Kedubes AS yang ada di tengah kota Kairo ini pun dipenuhi batu dan kerikil. Semakin demonstran bergerak maju, aparat berusaha menghadang dengan menembakkan gas air mata ke arah demonstran. Bentrokan pun tak terhindarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi unjuk rasa menentang film amatir 'Innocence of Muslims' terjadi di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Sebelum meluas ke negara lain, unjuk rasa berawal di Mesir dan Libya.
Untuk di Kairo, ribuan orang yang marah telah berkumpul di luar kantor Kedubes AS sejak Selasa (11/9). Mereka berhasil menjebol tembok Kedubes dan kemudian merobek bendera AS yang ada di Kedubes tersebut.
Pada Kamis (13/9), bentrokan juga terjadi antara demonstran dan polisi. Dilaporkan sekitar 224 orang luka-luka akibat bentrokan ini, 8 orang di antaranya masih harus dirawat di rumah sakit hingga sekarang.
Kelompok politik terbesar di negara ini, Ikhwanul Muslimin menyerukan 'unjuk rasa damai' di luar masjid-masjid di sejumlah wilayah Mesir setelah salat Jumat. Sedangkan Presiden Mesir Mohamed Morsi mengecam film amatir ini, yang dinilainya menghina Nabi umat muslim. Namun dia juga memperingatkan demonstran untuk tetap tenang dan tidak menggunakan kekerasan menyusul bentrok di depan Kedubes AS di Kairo.
(nvc/ita)











































