Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi meminta maaf kepada Presiden AS Barack Obama atas serbuan para demonstran ke gedung Kedubes AS di Sanaa. Aksi massa tersebut sebagai protes atas film amatir "Innocence of Muslims".
Permintaan maaf itu disampaikan Hadi kepada Obama pada Kamis, 13 September waktu setempat, beberapa jam setelah para demonstran Yaman menyerbu Kedubes AS dan membakar bendera AS. Dalam aksi demo tersebut, aparat polisi Yaman melepas tembakan untuk membubarkan massa hingga menewaskan empat demonstran dan melukai beberapa orang lainnya.
Hadi juga memerintahkan penyelidikan atas serbuan ke Kedubes AS tersebut. Hadi pun berjanji akan menangkap mereka yang bertanggung jawab atas aksi penyerbuan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden Obama menelepon Presiden Yaman, Hadi untuk membahas serangan ke Kedubes AS di Sanaa dan menyampaikan keprihatinan tentang keamanan personel dan fasilitas-fasilitas diplomatik Amerika di Yaman," demikian disampaikan Gedung Putih dalam statemennya.
"Presiden Obama menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang kami terima dari pemerintah Yaman dan menekankan pentingnya untuk bekerja sama guna terus memastikan keamanan para personel AS," demikian pernyataan Gedung Putih.
Aksi demo tersebut terjadi menyusul serangan mematikan ke gedung konsulat AS di Benghazi, Libya yang menewaskan Dubes AS Chris Stevens serta tiga stafnya. Serangan tersebut juga dipicu oleh kemarahan warga Libya atas film amatir "Innocence of Muslims" yang dibuat di AS. Film berbudget rendah itu telah menghina Islam dan Nabi Muhammad.










































