Serangan kelompok bersenjata ke gedung konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya menewaskan Dubes AS Chris Stevens beserta tiga stafnya. Dua dari ketiga staf diplomatik tersebut merupakan mantan anggota pasukan elit Angkatan Laut AS, SEAL.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton mengkonfirmasi identitas kedua mantan anggota SEAL tersebut sebagai Tyrone Woods dan Glen Doherty. Hillary memuji keduanya sebagai veteran militer yang mengabdi pada negara dengan kehormatan dan keistimewaan.
Seorang lagi staf diplomatik yang tewas dalam serangan pada Selasa, 11 September tersebut adalah Sean Smith, perwira manajemen informasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut ABC News, Doherty tengah berada di Libya untuk misi menelusuri keberadaan rudal-rudal darat-ke-udara atau biasa disebut MANPAD di Libya. Seperti diketahui, pejabat-pejabat militer dan intelijen AS telah mengingatkan tentang ribuan senjata MANPAD yang hilang setelah jatuhnya kekuasaan mantan diktator Libya Muammar Khadafi.
Dalam wawancara dengan ABC bulan Agustus lalu, Doherty menceritakan pekerjaannya di Libya. Dikatakannya, dia telah pergi ke berbagai wilayah Libya untuk mencari petunjuk dan begitu menemukan senjata tersebut, timnya akan langsung menghancurkan senjata tersebut.
Sementara Woods pernah bertugas di Irak dan Afghanistan, mengamankan pos-pos diplomatik AS di Amerika Tengah dan Timur Tengah. Woods meninggalkan seorang istri, Dorothy dan tiga putranya, termasuk Kai yang baru dilahirkan beberapa bulan lalu. (ita/)











































