Sedangkan 5 demonstran lainnya dilaporkan luka-luka dalam insiden ini. Namun demikian, para demonstran tetap nekat masuk ke dalam kompleks Kedubes AS tersebut.
Demikian seperti disampaikan seorang pejabat keamanan Yaman dan dilansir AFP, Kamis (13/9/2012).
Awalnya ribuan demonstran ini bergerak mendekati pagar kedutaan AS di Sanaa. Namun massa kemudian bergerak mundur setelah aparat menembakkan meriam air. Para demonstran ini mendatangi kedutaan AS sembari meneriakkan "Oh, Rasulullah... Oh, Muhammad!"
Polisi pun terpaksa melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa saat mereka mendekati pintu gerbang utama kedutaan.
Unjuk rasa ini dalam rangka memprotes film amatir 'Innocence of Muslims' yang dianggap merendahkan Islam dan Nabi Muhammad karena isinya mengambarkan kehidupan umat Muslim sebagai manusia tidak bermoral dan sarat kekerasan. Film tersebut juga menyinggung Nabi Muhammad dan dibumbui dengan tema pedofilia dan homoseksualitas, yang memperlihatkan Muhammad tidur dengan banyak wanita.
Aksi serupa juga terjadi di sejumlah negara, seperti Yaman, Maroko, Sudan dan Tunisia. Bahkan di Tunisia, polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan ratusan demonstran. Sedangkan unjuk rasa yang terjadi di Libya dan Mesir juga masih berlangsung.
(nvc/)











































