Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Nigeria mengingatkan warga Amerika akan ancaman serangan-serangan kelompok ekstrem di negeri itu. Peringatan ini dikeluarkan menyusul kekerasan di Libya dan Mesir. Warga AS pun diserukan untuk ekstra hati-hati.
"Para ekstremis mungkin mencoba menargetkan warga negara AS dan warga Barat lainnya di Nigeria," demikian pernyataan Kedubes AS seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/9/2012).
Diingatkan Kedubes AS, kelompok-kelompok radikal di Nigeria telah menewaskan ratusan orang dalam serangkaian serangan dengan berbagai target.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Rabu, 12 September, kepala kepolisian Nigeria memerintahkan peningkatan pengamanan 24 jam di semua kedutaan asing di negeri itu.
Pada Selasa, 11 September lalu, gedung konsulat AS di Benghazi, Libya timur diserang kelompok bersenjata yang menewaskan Dubes AS untuk Libya Chris Stevens dan tiga stafnya. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah para demonstran Mesir mengamuk dan menyerbu Kedubes AS di Kairo. Para demonstran marah atas film amatir yang dibuat di AS, "Innocence of Muslims" yang telah menghina Islam dan Nabi Muhammad. (ita/)










































