Aksi demo di dekat kantor Kedubes Swiss, karena kedutaan inilah yang selama ini menangani kepentingan AS mengingat putusnya hubungan diplomatik antara Iran dan AS. Para demonstran membawa bendera Mesir dan bendera Libya sebagai wujud dukungan terhadap umat muslim di negara tersebut.
Ratusan polisi dan petugas keamanan terlihat berjaga di sekitar kompleks Kedubes Swiss untuk mencegah massa mendekati gedung tersebut. Sedangkan para diplomat dan seluruh staf kedutaan tersebut telah dievakuasi sebagai langkah pencegahan. Media Iran melaporkan, unjuk rasa tersebut diserukan oleh Komunitas Mahasiswa Islam, yang dikenal sebagai komunitas kampus garis keras yang loyal terhadap pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi demo serupa juga terjadi di sejumlah negara, seperti Yaman, Maroko, Sudan dan Tunisia. Bahkan di Tunisia, polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan ratusan demonstran. Sedangkan unjuk rasa yang terjadi di Libya dan Mesir juga masih berlangsung.
Mereka memprotes film amatir 'Innocence of Muslims' yang merendahkan Islam dan Nabi Muhammad karena isinya mengambarkan kehidupan umat muslim sebagai manusia tidak bermoral dan sarat kekerasan. Film tersebut juga menyinggung Nabi Muhammad dan dibumbui dengan tema pedofilia dan homoseksualitas, yang memperlihatkan Muhammad tidur dengan banyak wanita.
Dalam teleponnya kepada Presiden Mesir Mohamed Morsi, Rabu (12/9), Presiden AS Barack Obama menyatakan dirinya "menentang upaya-upaya merendahkan Islam. Namun Obama menekankan, tidak akan pernah ada pembenaran bagi kekerasan terhadap orang yang tidak bersalah dan tindakan yang membahayakan warga AS dan sejumlah fasilitasnya.
Pernyataan Obama ini mendapat tanggapan dari juru bicara parlemen Iran, Ali Larijani, yang menyatakan: "Komentar Obama bahwa dia menghormati umat muslim benar-benar suatu kebohongan besar. Amerika dan Zionis terang-terangan tidak mentolerir agama dan kebudayaan lain."
Menyusul serangan demonstran yang menewaskan Dubes AS untuk Libya, Christopher Stevens di Benghazi, saat ini sejumlah kantor kedutaan negara-negara Barat yang ada di Iran meningkatkan keamanan dan kewaspadaan.
(nvc/ita)










































