Dubes AS Tewas dalam Serangan di Libya, Kuba Mengecam

Dubes AS Tewas dalam Serangan di Libya, Kuba Mengecam

- detikNews
Kamis, 13 Sep 2012 14:10 WIB
Dubes AS Tewas dalam Serangan di Libya, Kuba Mengecam
Christopher Stevens (AFP)
Havana, - Pemerintah Kuba mengeluarkan pernyataan yang mengecam serangan mematikan ke misi diplomatik Amerika Serikat di Libya. Ungkapan solidaritas ini terbilang langka mengingat hubungan kedua negara yang tidak begitu baik selama ini.

"Kekerasan terhadap para diplomat tak bisa dibenarkan di manapun, atau dalam kondisi apapun," demikian statemen Kementerian Luar Negeri Kuba seperti dilansir media AS, huffingtonpost, Kamis (13/9/2012).

Presiden Kuba Raul Castro dan kakak laki-lakinya, Fidel Castro yang sebelumnya memimpin Kuba, merupakan sekutu kuat mendiang mantan pemimpin Libya, Muammar Khadafi. Kuba juga mengecam serangan NATO yang berhasil menumbangkan kekuasaan Khadafi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan ke konsulat AS di Benghazi pada Selasa, 11 September malam waktu setempat, terjadi saat aksi protes massa atas film kontroversial "Innocence of Muslims" yang menghina Nabi Muhammad.

Namun serangan di areal konsulat AS itu dilakukan oleh kelompok bersenjata yang lebih ganas daripada para demonstran. Akibatnya, para pakar yakin bahwa serangan itu merupakan operasi militan yang telah direncanakan dengan matang.

Terlebih lagi serangan itu terjadi pada 11 September, yang bertepatan dengan peringatan 11 tahun serangan teroris 11 September 2001 di New York dan Washington.
(ita/vta)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads