"Saya pikir kami tak akan menganggap mereka sekutu, namun kami juga tidak menganggap mereka musuh," kata Obama dalam wawancara dengan Telemundo yang disiarkan MSNBC seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/9/2012).
Komentar Obama itu dilontarkan setelah ribuan demonstran Mesir merangsek masuk ke areal gedung Kedubes AS di Kairo pada Selasa, 11 September. Massa kemudian merobek-robek bendera AS. Aksi ini dilakukan para demonstran sebagai bentuk kemarahan atas film amatir anti-Islam berjudul "Innocence of Muslims" yang dibuat di AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir kita harus menunggu untuk melihat bagaimana mereka merespons insiden ini," cetus Obama. "Tentunya dalam situasi ini, yang kita harapkan adalah agar mereka tanggap atas pendirian kita bahwa kedutaan kita terlindungi, personel kita terlindungi," tandas Obama.
Serbuan demonstran Mesir ke Kedubes AS di Kairo tersebut kemudian diikuti dengan serangan konsulat AS di Benghazi, Libya yang menewaskan Dubes AS Chris Stevens beserta tiga stafnya. Atas kejadian ini, Obama pun memerintahkan untuk meningkatkan pengamanan di pos-pos diplomatik AS di seluruh dunia.
(ita/vta)











































