AS Menduga Serangan ke Konsulat di Libya Dilakukan Para Militan

AS Menduga Serangan ke Konsulat di Libya Dilakukan Para Militan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 13 Sep 2012 09:59 WIB
AS Menduga Serangan ke Konsulat di Libya Dilakukan Para Militan
Christopher Stevens (AFP)
Washington, - Dubes AS untuk Libya Christopher Stevens tewas dalam serangan para demonstran ke gedung konsulat AS di Benghazi, Libya. Namun pejabat-pejabat pemerintah AS menduga serangan mematikan itu merupakan serangan para militan yang telah direncanakan dengan matang, bukan semata-mata aksi massa yang mengamuk.

"Itu hipotesa yang ada saat ini," kata seorang pejabat senior AS kepada kantor berita AFP, Kamis (13/9/2012).

Para militan tampaknya memanfaatkan aksi protes atas film kontroversial "The Innocence of Muslims" sebagai kesempatan untuk melancarkan serangan dengan menggunakan roket dan senapan, yang berlangsung beberapa jam. Akibatnya, tim keamanan di konsulat AS di Benghazi pun kewalahan.

"Ini serangan yang kompleks," kata pejabat AS yang enggan disebutkan namanya itu. "Mereka tampaknya menggunakan ini (aksi protes) sebagai kesempatan," imbuhnya.

Menurut para pakar, serangan itu sudah hampir pasti merupakan perbuatan para militan yang terinspirasi atau bahkan disponsori Al Qaeda atau afiliasinya. Dikatakan Isobel Coleman, seorang pakar di Dewan Hubungan Luar Negeri, para ekstremis telah berupaya memanfaatkan kekosongan kekuasaan di Libya sejak tumbangnya rezim Muammar Khadafi tahun 2011 lalu.

"Kita telah lama tahu, bahwa sejak tumbangnya Khadafi, ada kelompok-kelompok yang tetap berada di luar kendali pemerintah, bahwa mereka bersenjata lengkap," cetus Coleman.

(ita/)


Berita Terkait