Buntut Tewasnya Dubes AS di Libya, 7 Kedubes AS di Timteng Waspada

Buntut Tewasnya Dubes AS di Libya, 7 Kedubes AS di Timteng Waspada

- detikNews
Kamis, 13 Sep 2012 06:33 WIB
Buntut Tewasnya Dubes AS di Libya, 7 Kedubes AS di Timteng Waspada
Christopher Stevens (AFP)
Jakarta - Dubes AS untuk Libya Christopher Stevens dan 3 staf diplomatik AS lainnya tewas dalam serangan roket saat sebuah demontrasi terjadi di depan konsulat AS di Benghazi, Libya, Selasa (11/9) malam waktu setempat. Pemerintah Libya menuding serangan tersebut dilakukan oleh loyalis Khadafi.

Menyusul serangan yang menewaskan utusan diplomatiknya tersebut, perwakilan diplomatik AS di tujuh negara diperingatkan untuk waspada.

Sebagaimana dilansir Fox News, Rabu (12/9/2012), tujuh kedubes AS di Timur Tengah, dan Afrika diperingatkan untuk waspada menyusul gelombang protes anti-Amerika yang kemungkinan akan terjadi pasca serangan roket di Konsulat AS di Benghazi, Libya. Tujuh kedubes itu adalah di Armenia, Burundi, Kuwait, Sudan, Tunisia, Zambia, dan Mesir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringatan itu dinyatakan dalam website resmi kedutaan-kedutaan tersebut meskipun tidak secara langsung menyebutkan ancaman bagi AS, namun demonstrasi yang akan berlangsung beberapa hari ke depan dapat berubah menjadi kekerasan.

Sebelumnya diberitakan Dubes AS untuk Libya, J Christopher Stevens, beserta 3 staf diplomatiknya tewas di Benghazi, Libya. Mereka tewas dalam serangan yang dilakukan para demonstran di kantor Konsulat AS di Benghazi.

Dubes Stevens tewas ketika ratusan demonstran bersenjata menyerang kantor Konsulat AS di Benghazi. Para demonstran tengah memprotes sebuah film buatan seorang sutradara keturunan Israel-Amerika yang dinilai merendahkan Islam dan Nabi Muhammad.

Demonstrasi juga terjadi di Mesir, di mana ribuan demonstran ini juga menyerang kantor kedubes dan merobek bendera AS. Pejabat Mesir mengatakan, sejauh ini belum ada demonstran yang ditangkap terkait unjuk rasa tersebut. Pemerintah Mesir pun meningkaatkan pengamanan di kantor Kedubes AS di Kairo.

(rmd/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads