"Ada peningkatan keamanan di Kairo, khususnya di sekitar kompleks kedutaan AS, menyusul unjuk rasa yang terjadi sejak kemarin," ujar seorang pejabat keamanan Mesir kepada AFP, Rabu (12/9/2012).
Tidak hanya berunjuk rasa, ribuan demonstran ini juga menyerang kantor kedubes dan merobek bendera AS. Pejabat Mesir tersebut mengatakan, sejauh ini belum ada demonstran yang ditangkap terkait unjuk rasa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi demo tersebut berkaitan dengan sebuah film kontroversial buatan sutradara kelahiran Israel-Amerika, yang dinilai merendahkan Islam dan Nabi Muhammad. Menurut Wall Street Journal, film ini dinilai telah mengambarkan Islam seperti penyakit 'kanker' dan menggambarkan Nabi Muhammad tidur dengan sejumlah wanita.
Aksi serupa juga terjadi di Libya, yakni di depan kantor Konsulat AS di Benghazi. Tragis, Dubes AS untuk Libya Christopher Stevens dan 3 stafnya tewas dalam serangan demonstran tersebut. Mereka membakar dan melempar granat ke arah kantor Konsulat AS. Namun dilaporkan, Dubes Stevens tewas akibat diserang roket oleh demonstran, yang diperkirakan sebagai para loyalis mendiang pemimpin Libya Muammar Khadafi.
(nvc/ita)











































