Libya: Dubes AS Dibunuh Loyalis Khadafi

Libya: Dubes AS Dibunuh Loyalis Khadafi

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 12 Sep 2012 18:48 WIB
Libya: Dubes AS Dibunuh Loyalis Khadafi
Christopher Stevens (AFP)
Tripoli, - Pemerintah Libya menuding para demonstran yang menewaskan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Libya, Christopher Stevens, merupakan loyalis mendiang Muammar Khadafi. Para pelaku bahkan menggunakan roket untuk menyerang Stevens dan ketiga stafnya.

"Mereka menggunakan RPG (rocket-propelled grenades)...yang menunjukkan adanya tentara yang memanfaatkan keadaan di sini. Mereka merupakan sisa-sisa rezim sebelumnya (Khadafi-red)," ujar Wakil Menteri Dalam Negeri Libya Wanis al-Sharif dalam konferensi pers yang disiarkan oleh Al-Jazeera dan dilansir Reuters, Rabu (12/9/2012).

Wanis menilai, bisa jadi para loyalis Khadafi tersebut berusaha melakukan aksi balas dendam terhadap pihak AS. Terlebih bulan ini, mantan kepala intelijen era Khadafi, Abdullah al-Senoussi diekstradisi dari Mauritania.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui bahwa Khadafi tewas dibunuh oleh tentara pemberontak yang didukung oleh NATO yang dipimpin AS pada Oktober 2011 lalu.

Sebelumnya diberitakan Dubes AS untuk Libya, J Christopher Stevens, beserta 3 staf diplomatiknya tewas di Benghazi, Libya. Mereka tewas dalam serangan yang dilakukan para demonstran di kantor Konsulat AS di Benghazi.

Komisi Keamanan Tinggi Benghazi Fawzi Wanis memastikan bahwa Stevens berada di dalam kantor konsulat saat para demonstran menyerang. Namun tidak diketahui ada keperluan apa Stevens berada di kantor konsulat AS tersebut, karena kantornya sehari-hari berada di Tripoli, ibukota Libya. Stevens yang memulai kariernya dari Kementerian Luar Negeri AS ini telah menjalankan tugasnya sebagai Dubes AS di Libya sejak Mei lalu.

Dubes Stevens tewas ketika ratusan demonstran bersenjata menyerang kantor Konsulat AS di Benghazi. Para demonstran tengah memprotes sebuah film yang dinilai merendahkan Islam dan Nabi Muhammad. Masih berkaitan dengan film yang diunggah ke YouTube ini, warga di Kairo, Mesir juga melakukan unjuk rasa dan menyerbu kantor Kedubes AS di sana.

Menurut Wall Street Journal, film yang dipermasalahkan oleh para demonstran ini merupakan film buatan seorang sutradara keturunan Israel-Amerika (sebelumnya disebut warga Mesir). Film ini dinilai telah mengambarkan Islam seperti penyakit 'kanker' dan menggambarkan Nabi Muhammad tidur dengan sejumlah wanita.

(nvc/ita)


Berita Terkait