Semula Korsel menawarkan bantuan menyusul bencana banjir yang melanda Korut pada Juni dan Juli lalu. Korut pun merespons dengan meminta Korsel untuk memberikan keterangan detail mengenai tawaran bantuan tersebut.
Pada Selasa, 11 September, Korsel pun mengirimkan daftar barang-barang yang ditawarkan untuk tetangganya itu, yang mencakup 10 ribu ton tepung terigu, mi instan dan obat-obatan. Namun kemudian Korut tiba-tiba menyatakan tak akan menerima bantuan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun 2011 lalu, Pyongyang menolak tawaran bantuan darurat dari Korsel dan sebaliknya meminta bantuan beras dan semen. Namun Seoul menolaknya. Alasannya, Korsel curiga itu akan dialihkan ke militer.
Seperti diketahui Korut menderita krisis pangan kronis. Situasi diperburuk dengan banjir dan musim kemarau berkepanjangan. Ratusan ribu orang tewas di Korut akibat kelaparan pada pertengahan hingga akhir tahun 1990-an silam.
(ita/vta)











































