"Dubes tewas terbunuh bersama 3 staf diplomatik lainnya," ujar Wakil Menteri Dalam Negeri Libya, Wanis al-Sharud, seperti dilansir AFP, Rabu (12/9/2012).
Kabar tewasnya Dubes Stevens ini juga dipastikan oleh Wakil Perdana Menteri Libya Mustafa Abu Shagur dalam akun Twitter-nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dubes Stevens tewas ketika ratusan demonstran bersenjata menyerang kantor Konsulat AS di Benghazi. Para demonstran tengah memprotes sebuah film yang dinilai merendahkan Islam dan Nabi Muhammad. Masih berkaitan dengan film yang diunggah ke YouTube ini, warga di Kairo, Mesir juga melakukan unjuk rasa dan menyerbu kantor Kedubes AS di sana.
Menurut Wall Street Journal, film yang dipermasalahkan oleh para demonstran ini merupakan film buatan seorang sutradara keturunan Israel-Amerika (sebelumnya disebut warga Mesir). Film ini dinilai telah mengambarkan Islam seperti penyakit 'kanker' dan menggambarkan Nabi Muhammad tidur dengan sejumlah wanita.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyatakan AS berkabung setelah mendapat kabar tewasnya seorang pejabat diplomatik AS di Libya. Demonstran yang terbakar amarah, menggerebek kantor konsulat AS di Benghazi dan menyerang kantor tersebut dengan granat hingga membakarnya. Hillary menyebut aksi kekerasan semacam ini tidak bisa dibenarkan. Namun di sisi lain, dia menegaskan bahwa AS juga mengecam perbuatan yang merendahkan agama dan keyakinan lain.
"Beberapa mungkin berpikir untuk membenarkan tindakannya mengunggah bahan ke internet yang jelas-jelas memicu kemarahan. AS menyesalkan setiap tindakan yang dimaksudkan untuk merendahkan agama dan keyakinan lain," tegas mantan ibu negara AS itu.
"Tapi biar saya jelaskan: Tidak akan pernah ada pembenaran apapun untuk setiap tindakan kekerasan semacam ini," tandas istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu.
(nvc/ita)











































