Lebih dari 200 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Pabrik Pakistan

Lebih dari 200 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Pabrik Pakistan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 12 Sep 2012 17:30 WIB
Lebih dari 200 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Pabrik Pakistan
Ilustrasi
Karachi, -

Korban jiwa akibat kebakaran yang melanda pabrik-pabrik di Pakistan terus bertambah. Sejauh ini lebih dari 200 orang telah tewas dalam musibah yang terjadi dua pabrik di dua kota terbesar Pakistan tersebut.

Sekitar 194 orang tewas dalam kebakaran di pabrik tekstil di Karachi. Ini merupakan kebakaran terburuk di kota terbesar Pakistan tersebut dalam beberapa dekade terakhir. Kebakaran itu terjadi hanya beberapa jam setelah 21 orang tewas dalam kebakaran di pabrik sepatu di Lahore, kota terbesar kedua di Pakistan yang berdekatan dengan perbatasan India.

Puluhan orang lainnya luka-luka dalam kebakaran di Karachi. Mereka terluka saat mereka melompat dari jendela-jendela pabrik berlantai empat tersebut untuk menyelamatkan diri dari kobaran api, yang dimulai pada Selasa (11/9) malam waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga rumah sakit besar di Karachi sejauh ini telah menerima 194 mayat," kata menteri kesehatan Provinsi Sindh, Saghir Ahmed seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (12/9/2012).

Menurut kepala pemadam kebakaran Karachi, Ehtesham Salim, puluhan jasad ditemukan di ruang bawah tanah pabrik tersebut.

Penyebab kebakaran di Karachi tersebut belum diketahui. Namun pemilik pabrik tengah dalam penyelidikan polisi atas dugaan kelalaian.

"Kami telah memerintahkan penyelidikan atas bagaimana kebakaran terjadi dan mengapa jalan-jalan keluar darurat yang semestinya tidak disediakan di pabrik tersebut sehingga para pekerja bisa meloloskan diri," cetus menteri industri Provinsi Sindh, Rauf Siddiqi.

Saat kejadian sekitar 150 pegawai sedang bekerja di pabrik yang menerapkan tiga shift dalam 24 jam tersebut.

(ita/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini