"Sekitar 10 orang tewas, dan 4 orang lainnya luka-luka," ujar juru bicara Kementerian Urusan Darurat Rusia seperti dilansir AFP, Rabu (12/9/2012).
Pesawat bermesin ganda ini bertolak dari Petropavlovsk-Kamchatsky menuju Palana, yang berada di wilayah pesisir Pantai Okhotsk, Rabu pagi waktu setempat. Namun sekitar pukul 12.28 waktu setempat, sambungan komunikasi dengan pesawat tersebut tiba-tiba terputus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah helikopter penyelamat lantas diterjunkan untuk mencari keberadaan pesawat tersebut. Petugas berhasil menemukan pesawat ini di sebuah lembah yang berjarak 10 km dari kota Palana. Pihak kementerian menyatakan, kondisi pesawat 'benar-benar hancur' saat ditemukan.
Petugas hanya menemukan 4 penumpang yang masih selamat di dekat puing-puing pesawat. Saat ini, para korban luka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat yang ada di kota Palana untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan 2 awak pesawat dan 8 penumpang lainnya dipastikan tewas dalam insiden ini. Salah seorang penumpang diketahui merupakan anak-anak.
Belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat ini. Saat kejadian, dilaporkan kondisi cuaca di wilayah tersebut tengah hujan deras. Komite Investigasi Rusia pun melakukan penyelidikan menyusul adanya dugaan pelanggaran terhadap peraturan transportasi udara setempat.
Menurut jadwal yang dimiliki pihak bandara Petropavlovsk-Kamchatsky, penerbangan harian ke Palana dioperasikan oleh maskapai penerbangan lokal milik negara, FGUPKAP. Selama ini, Rusia dikenal memiliki catatan keselamatan penerbangan yang buruk, di mana pesawat-pesawat kecil yang sudah tua masih digunakan untuk melayani penerbangan di kawasan terpencil seperti di Siberia dan Timur Jauh.
(nvc/ita)











































