Pada Jumat, 7 September lalu, pemerintah Kanada mengumumkan telah menutup kedutaannya di Teheran, Iran dan memerintahkan pengusiran para diplomat Iran. Ottawa tidak menyebutkan insiden spesifik di balik pemutusan hubungan diplomatik tersebut. Namun pemerintah Kanada mengeluarkan kecaman keras atas dukungan Iran terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
"Itu sangat tidak ramah. Itu tidak membantu perdamaian dan stabilitas di dunia. Itu membuat radikal situasi," kata diplomat tinggi Iran di Kanada, Kambiz Sheikh-Hassani seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (12/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran, Menteri Luar Negeri Kanada John Baird menyebut pemerintah Iran sebagai ancaman paling signifikan terhadap perdamaian dan keamanan global. Hal ini terkait dengan dukungan Iran terhadap rezim Assad serta penolakannya untuk menghentikan aktivitas pengayaan uranium.
Negara-negara Barat selama ini menuding Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklirnya. Iran pun berulang kali didesak untuk menghentikan aktivitas pengayaan uranium. Namun Teheran bersikeras menolaknya dan menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.
(ita/vta)











































