Obama menelepon Netanyahu pada Rabu (12/9) pagi waktu Israel. Tindakan Obama ini dinilai sebagai tindakan yang tidak biasa. Sebab biasanya dia akan meminta penjelasan langsung. Terlebih sempat beredar kabar bahwa Obama menolak permintaan Netanyahu untuk membahas persoalan Iran ini di AS.
Namun seorang pejabat pemerintahan AS menyatakan bahwa tidak ada perselisihan antara AS dan Israel mengenai persoalan Iran. Pembicaraan melalui telepon yang berlangsung selama 1 jam ini diklaim semakin meneguhkan komitmen kedua negara terhadap program nuklir AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat tersebut juga menegaskan bahwa "tidak pernah ada permintaan bagi Perdana Menteri Netanyahu untuk bertemu dengan Presiden Obama di Washington, serta tidak pernah ada permintaan pertemuan dari pihak Israel yang ditolak."
Pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan seorang pejabat Israel kepada AFP. Pejabat itu menuturkan, PM Netanyahu pernah meminta untuk bertemu empat mata dengan Presiden Obama bulan ini di Majelis Umum PBB. Namun permintaan tersebut ditolak Gedung Putih dengan alasan Presiden Obama memiliki jadwal yang sangat ketat menjelang pemilu AS.
Ketegangan antara kedua negara yang beraliansi ini dipicu oleh pernyataan retorik PM Netanyahu tentang AS, bahwa negara tersebut enggan menetapkan "garis merah yang jelas" bagi Iran atas program nuklirnya. "Mereka yang tergabung dalam komunitas internasional yang menolak menetapkan 'garis merah' bagi Iran, tidak memiliki hak moral untuk menetapkan 'garis merah' bagi Israel," tegasnya, kemarin (9/11). Pernyataan ini tentu saja membuat berang sejumlah pejabat pemerintahan Obama.
Kendati demikian, secara terpisah pihak Gedung Putih menyatakan bahwa pembicaraan Obama dan Netanyahu melalui telepon terpaksa dilakukan karena jadwal keduanya yang bertabrakan. Obama tiba di New York pada 24 September dan kemudian memiliki agenda lainnya. Sedangkan Netanyahu belum tiba di New York hingga akhir minggu depan.
"Mereka tidak bisa berada di kota yang sama pada waktu yang sama," tutur juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Tommy Vietor.
(nvc/ita)











































