AS Prihatin Akan Situasi Kemanusiaan di Rakhine Myanmar

AS Prihatin Akan Situasi Kemanusiaan di Rakhine Myanmar

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 11 Sep 2012 16:41 WIB
AS Prihatin Akan Situasi Kemanusiaan di Rakhine Myanmar
pengungsi Rohingya (BBC)
Yangon, - Amerika Serikat memiliki keprihatinan besar akan situasi kemausiaan di negara bagian Rakhine, Myanmar. Sebab di tempat itu berlangsun konflik sektarian antara warga Buddha dan muslim Rohingya.

Delegasi AS termasuk Dubes baru AS untuk Myanmar, Derek Mitchell dan wakil senior Joseph Yun, melakukan tur selama dua hari ke daerah-daerah di Rakhine yang dilanda kekerasan sektarian sejak Juni lalu. Ribuan orang telah kehilangan tempat tinggal akibat konflik tersebut.

"Sebagian besar dari kedua komunitas telah terkena dampaknya, dan situasi kemanusiaan tetap merupakan keprihatinan besar," demikian statemen Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Yangon, Myanmar seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (11/9/2012).

"Selanjutnya penting untuk menangani kebutuhan-kebutuhan mendesak, sementara mencari pijakan untuk solusi jangka panjang, berkelanjutan dan adil," demikian pernyataan Kedubes AS menyusul kunjungan ke Rakhine yang berakhir Senin, 10 September kemarin.

Menurut data pemerintah Myanmar, kekerasan antara warga Buddha dan muslim Rohingya di Rakhine telah menyebabkan hampir 90 orang tewas. Para korban tewas berasal dari kedua belah pihak. Namun kelompok-kelompok HAM menyebutkan jumlah korban jiwa sebenarnya jauh lebih besar.

Dalam statemennya, Kedubes AS menyatakan delegasi mereka menemui komunitas Buddha dan Rohingya di Rakhine, juga mengunjungi biara-biara dan masjid-masjid. Dalam kunjungan itu, delegasi AS juga bertemu dengan tokoh-tokoh politik setempat. (ita/)


Berita Terkait