Pria yang tidak disebutkan identitasnya itu, memberikan konsultasi medis di RS Takashimadaira Chuo General Hospital di Tokyo, melakukan tes elektrokardiogram dan menjelaskan hasil cek medis kepada para pasien antara 2010-2011 lalu. Demikian menurut harian Yomiuri Shimbun dan media Jepang lainnya seperti dilansir AFP, Senin (10/9/2012).
Menurut siaran TBS, dugaan bahwa dia tidak memiliki kualifikasi kedokteran terkuak setelah sekolah medis tempatnya mengajar menelepon ke rumah sakit. Dokter palsu itu bekerja di rumah sakit tersebut melalui sebuah badan pencari kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh salinan asli lisensi medis semua dokter, termasuk mereka yang bekerja paruh waktu," demikian pernyataan resmi RS Takashimadaira Chuo General Hospital melalui situsnya.
(ita/nrl)











































