"Serangan bom bunuh diri menewaskan 6 orang dan melukai 5 orang lainnya," ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Sediq Sediqqi, kepada kantor berita AFP, Sabtu (8/9/2012).
Jumlah korban tewas tersebut juga dibenarkan oleh kepolisian setempat. Juru bicara kepolisian setempat, Hasmat Stanikzai, menyatakan korban tewas dan korban luka merupakan pedagang kaki lima dan para remaja pekerja serabutan yang berusia antara 12-17 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban tewas dan korban luka ini telah dilarikan ke rumah sakit setempat. Saksi mata menuturkan, sebagian besar korban merupakan anak remaja dan pemuda. Muncul dugaan bahwa pelaku bom bunuh diri juga merupakan seorang remaja.
Secara terpisah, juru bicara kelompok militan Taliban, Zabiullah Mujahid, mengklaim pihaknya yang bertanggung jawab atas serangan ini. Namun Zabiullah membantah bahwa dugaan polisi bahwa pelaku bom bunuh diri adalah remaja, melainkan pria berusia 26 tahun.
"Salah satu mujahidin kami yang berasal dari Provinsi Logar melakukan serangan martitr. Targetnya adalah sel penyiksaan CIA. Sebagai hasilnya, 6 orang agen tewas," terang Zabiullah melalui telepon kepada AFP dari lokasi yang dirahasiakan.
Ditambahkan dia, serangan ini telah direncanakan selama 1 bulan terakhir. Namun demikian juga merupakan tanggapan atas tindakan AS memasukkan jaringan Haqqani, pecahan Taliban yang juga terkait dengan Al-Qaeda.
Pada Jumat (7/9) kemarin, Kemenlu AS menyatakan jaringan Haqqani sebagai salah satu organisasi terorisme. Segala bentuk dukungan, termasuk dukungan materi, terhadap jaringan tersebut merupakan tindak pidana. AS juga membekukan seluruh aset dan properti milik jaringan Haqqani di wilayah AS.
Jaringan Haqqani ditemukan oleh Jalaluddin Haqqani yang merupakan mantan CIA yang dekat dengan intelijen Pakistan. Jaringan ini dinilai memiliki kemampuan militer paling mumpuni di antara kelompok-kelompok pecahan Taliban.
(nvc/gah)











































