Ayah Meninggal Dunia, PM Australia Tinggalkan Pertemuan APEC Lebih Awal

Ayah Meninggal Dunia, PM Australia Tinggalkan Pertemuan APEC Lebih Awal

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 08 Sep 2012 16:13 WIB
Ayah Meninggal Dunia, PM Australia Tinggalkan Pertemuan APEC Lebih Awal
Ibu & Ayah PM Gillard (Getty Images)
Moskow, - Ayahanda Perdana Menteri (PM) Australia Julia Gillard meninggal dunia pada usia 93 tahun. PM Gillard yang tengah menghadiri pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Rusia pun terpaksa pulang lebih awal ke negaranya.

Dalam pernyataannya sebelum meninggalkan Vladivostok, PM Gillard menuturkan ayahnya John Gilard meninggal dunia pada Sabtu (8/9) pagi di Adelaide, Australia. Gillard pun menyatakan niatnya untuk kembali ke Australia sesegera mungkin demi melayat ayahnya.

"Dia telah berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir, tapi kematiannya tetap mengejutkan saya dan keluarga," tutur PM Gillard seperti dilansir AFP, Sabtu (8/9/2012).

Gillard tiba di Vladivostok pada Jumat (7/9) malam waktu setempat, untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi antara kepala negara yang tergabung dalam forum APEC. Dalam forum terbuka antara kepala negara yang digelar Sabtu (8/9) pagi waktu setempat, Presiden Rusia Vladimir Putin menjelaskan alasan ketidakhadiran Gillard.

"Salah satu kolega kita, Perdana Menteri Australia, mengalami tragedi menyedihkan bagi keluarganya. Ayahnya meninggal dunia, jadi saya ingin, atas nama kita semua, menyampaikan rasa duka cita mendalam kepadanya dan seluruh keluarganya," tutur Putin sebelum membuka forum.

Menggantikan Gillard dalam forum ini, hadir Menteri Perdagangan Australia Craig Emerson. Emerson akan mengantikan Gillard dalam sejumlah pertemuan APEC pada hari ini dan besok (9/9).

Orangtua PM Gillard, John dan Moira Gillard bermigrasi ke Australia dari Wales pada tahun 1966 silam. Saat itu, Gillard masih balita. Di Australia, John bekerja sebagai perawat di sebuah fasilitas gangguan kejiwaan.

"Dia mengajariku bahwa tidak ada hal yang bisa dicapai tanpa kerja keras dan menunjukkan kepadaku bagaimana cara bekerja keras dengan menjalani dua pekerjaan sekaligus. Dia mengajariku untuk memperjuangkan keadilan. Dia mengajariku untuk meyakini Partai Buruh dan perserikatan perdagangan. Tapi di luar itu semua, dia mengajariku untuk gemar belajar dan memahami kemampuan mengubah hidup," kesan Gillard soal ayahandanya.

(nvc/gah)


Berita Terkait