"Serangan teroris dengan menggunakan sepeda motor yang dipasangi bahan peledak mengguncang masjid Rukniyeh ketika para jamaah hendak keluar dari masjid," demikian seperti diberitakan oleh televisi nasional Suriah dan dilansir AFP, Jumat (7/9/2012).
"Serangan teroris ini menewaskan 5 orang petugas keamanan dan melukai sejumlah orang lainnya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi protes menentang pemerintah Suriah yang terbaru menyerukan slogan "Homs yang dikepung memanggil kita." Slogan tersebut merujuk pada kota Homs yang berada di pusat Suriah yang diduduki tentara pemerintah sejak beberapa bulan terakhir.
Diketahui bahwa aksi kekerasan di Suriah masih terus terjadi. Seringkali kekerasan yang melibatkan tentara pemerintah dengan kelompok pemberontak ini memakan korban jiwa, termasuk warga sipil. Organisasi HAM, Syrian Observatory for Human Rights, menyebutkan adanya temuan total 45 jasad tanpa identitas, termasuk jasad perempuan dan anak-anak, di pinggiran wilayah Zamalka dan Qatana pada Kamis (6/9) waktu setempat.
Kelompok oposisi Suriah menyalahkan tentara pro-pemerintah atas temuan jasad-jasad tanpa identitas ini. Mereka bahkan menuding rezim Presiden Assad telah melakukan 'pembantaian massal yang baru'.
Menurut Observatory, total 131 orang tewas terbunuh akibat serangkaian aksi kekerasan di Suriah pada Kamis (6/9). Jumlah tersebut terdiri dari 65 warga sipil, 24 anggota tentara pemberontak dan 42 tentara pemerintah.
(nvc/ita)











































