"Apa yang telah dikatakan Morsi merupakan bagian dari hasutan media yang bertujuan memperburuk kekerasan di Suriah," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah seperti dilansir Press TV, Jumat (7/9/2012).
Menurut kementerian, komentar-komentar Morsi merupakan gangguan langsung atas hak rakyat Suriah untuk menentukan masa depan mereka tanpa intervensi asing.
"Tak ada bedanya antara dia dan pemerintah-pemerintah lain yang mendukung kelompok-kelompok teroris bersenjata ini dengan uang, senjata dan pelatihan, yang menjadikan mereka mitra dalam menumpahkan darah rakyat Suriah," demikian pernyataan kementerian.
Sebelumnya, dalam pertemuan para menteri Liga Arab di Kairo, Mesir pada Rabu, 5 September lalu, Morsi kembali menyerukan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur.
Sejak Maret 2011 lalu, Suriah telah mengalami konflik mematikan yang menurut kelompok-kelompok HAM telah menewaskan belasan ribu orang. Presiden Assad menuding konflik tersebut didalangi dari luar negeri.
(ita/nrl)











































