Korban Tewas Akibat Gempa China Bertambah Jadi 43 Orang

Korban Tewas Akibat Gempa China Bertambah Jadi 43 Orang

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 07 Sep 2012 16:48 WIB
Korban Tewas Akibat Gempa China Bertambah Jadi 43 Orang
Ilustrasi (AFP)
Beijing, - Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 5,7 SR di wilayah China sebelah barat daya terus bertambah. Sejauh ini dilaporkan sedikitnya 43 orang tewas dan 150 orang lainnya luka-luka akibat gempa yang terus diikuti gempa susulan ini.

Pusat Informasi Gempa Bumi China menyatakan gempa bumi tersebut berkekuatan 5,7 SR dan berpusat di kedalaman 14 km dari permukaan laut. Namun Survei Geologi AS (USGS) mencatat gempa tersebut berkekuatan 5,6 SR dan terjadi di kedalaman 10 km dari permukaan laut.

Gempa tersebut dirasakan di wilayah perbatasan Yunnan dan provinsi Guizhou sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Dilaporkan selang 1 jam setelah gempa tersebut, terjadi gempa yang cukup besar yang dilaporkan berkekuatan 5,6 SR.

Otoritas Yunnan menyatakan, sedikitnya 43 orang tewas dan 20 ribu rumah warga hancur akibat gempa. Sedangkan sekitar 100 ribu orang kehilangan tempat tinggal akibat gempa ini. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (7/9/2012).

Tayangan televisi setempat, CCTV, menunjukkan ratusan orang berkumpul di jalanan kota Yiliang, yang dilaporkan sebagai wilayah terparah yang dilanda gempa. Tampak juga jalanan yang dipenuhi reruntuhan batu bata dan puing bangunan. Warga setempat mengungkapkan betapa paniknya mereka saat gempa terjadi.

"Saya tengah berjalan di jalanan ketika tiba-tiba saya merasa tanahnya bergetar. Orang-orang mulai panik dan berlarian keluar rumah sambir berteriak, cukup menakutkan jika diingat-ingat," tutur salah seorang warga setempat.

Perlu diketahui bahwa wilayah barat daya China memang tergolong rentan terhadap gempa bumi. Pada Mei 2008 lalu, gempa berkekuatan 8 SR mengguncang wilayah Sichuan dan sebagian wilayah Shaanxi dan Gansu. Gempa ini menewaskan puluhan ribu orang dan memporak-poranda wilayah-wilayah tersebut.

(nvc/ita)


Berita Terkait