Jasad Neil Armstrong Akan Dimakamkan di Laut

- detikNews
Jumat, 07 Sep 2012 12:38 WIB
Neil Armstrong (kiri), Collins, dan Aldrin
Washington, - Selang 2 minggu pasca kematiannya, manusia pertama yang berhasil menginjakkan kaki di bulan, Neil Armstrong, akhirnya dimakamkan. Jasad pria yang meninggal dunia pada usia 82 tahun ini rencananya akan dimakamkan di laut.

"Saya memperkirakan akan ada upacara pemakaman khusus," ujar juru bicara keluarga Armstrong, Rick Miller, kepada AFP, Jumat (7/9/2012).

Namun sayangnya Miller tidak memberi penjelasan lebih lanjut soal upacara pemakaman tersebut. Tidak diketahui juga alasan keluarga memutuskan untuk memakamkan Armstrong di laut.

Dijadwalkan, pemakaman jasad Armstrong di laut tersebut akan dilakukan setelah upacara pemakaman umum digelar di Washington DC, pada 13 September mendatang. Kepala Badan Antariksa AS (NASA) Charles Bolden bersama para astronot dan mantan astronot AS, serta sejumlah pejabat lainnya diperkirakan akan hadir dalam upacara penghormatan terakhir bagi Armstrong yang akan digelar di Gereja Katedral Nasional Washington, AS.

Gereja Katedral di Washington merupakan tempat yang cukup spesial bagi Armstrong. Di gereja tersebut terdapat sebuah batu dari bulan yang dibawa pulang oleh Armstrong dan rekan astronotnya Buzz Aldrin dari misi Apollo 11 yang mereka jalani saat itu. Acara penghormatan terakhir bagi Armstrong yang akan digelar pekan itu akan dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat.

Armstrong meninggal dunia pada 25 Agustus lalu karena penyakit komplikasi pasca operasi jantung yang dijalani. Dia menjalani operasi jantung awal bulan Agustus lalu, hanya dua hari setelah ulang tahunnya pada 5 Agustus 2012 untuk membuka arteri koroner yang tersumbat.

Sebagai komandan misi Apollo 11, Armstrong menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan pada 20 Juli 1969. Saat ia menginjak permukaan berdebu, Armstrong mengatakan: " Itu sebuah jejak kecil seorang manusia, sebuah lompatan besar bagi seluruh umat manusia." Kata-kata itu bertahan sebagai salah satu kutipan paling terkenal sampai saat ini.

(nvc/ita)