Total ada 8 kasus di AS yang positif terinfeksi virus ini. Enam orang dari California, seorang dari Pennsylvania, dan seorang lagi dari West Virginia. Otoritas setempat menyebut virus ini sebagai hantavirus pulmonary syndrome (HPS).
Virus ini memaksa otoritas setempat untuk mengeluarkan peringatan bagi 10 ribu orang pengunjung, baik domestik maupun internasional, yang mengunjungi taman tersebut antara 10 Juni hingga akhir Agustus lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian setempat pun mengimbau para pengunjung yang merasakan gejala virus ini untuk mencari perawatan kesehatan segera. "Kami ingin memastikan bahwa para pengunjung mendapat informasi yang jelas tentang virus langka ini dan mampu memahami pentingnya perawatan kesehatan sejak dini," tutur Kepala Kepolisian Wilayah Yosemite, Don Neubacher.
"Kami terus bekerja sama dengan pemerintah dan departemen kesehatan publik, dan kami mendorong para pengunjung yang mungkin terinfeksi hantavirus untuk memeriksakan diri segera jika mengalami gejalanya," imbuhnya.
Gejala dari penyakit ini seperti demam, menggigil, sakit otot, batuk-batuk, sakit kepala dan gangguan pencernaan. Namun bisa berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan serius dan bahkan berujung kematian. Virus ini memerlukan waktu selama 2-6 minggu untuk berkembang dan menjadi mematikan.
Kendati demikian, otoritas setempat menyatakan, virus ini tidak bisa menular dengan mudah antar sesama manusia. Namun tetap saja membahayakan karena mewabah dengan cepat.
Secara internasional, virus ini membuat Kementerian Kesehatan Prancis dan juga Inggris untuk lebih waspada. Sebabnya, tercatat ada 53 turis asal Prancis dan 100 turis asal Inggris yang pernah berkunjung ke taman tersebut dan kini tengah diobservasi keadaannya.
(nvc/ita)











































