Obama Sebut Romney Belum Siap Untuk Diplomasi Global

Obama Sebut Romney Belum Siap Untuk Diplomasi Global

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 07 Sep 2012 11:20 WIB
Obama Sebut Romney Belum Siap Untuk Diplomasi Global
foto: Reuters
North Carolina, - Presiden Amerika Serikat Barack Obama membanggakan kebijakan luar negerinya dan keberhasilannya dalam isu keamanan nasional. Ditegaskan Obama, dirinya satu-satunya kandidat yang cocok untuk menjadi panglima tertinggi AS.

Hal tersebut disampaikan Obama dalam pidatonya di Konvensi Nasional Partai Demokrat yang digelar di Charlotte, North Carolina pada Kamis, 6 September malam waktu setempat. Obama juga menyindir rivalnya, Mitt Romney, capres dari Partai Republik, yang disebutnya belum siap untuk diplomasi internasional.

"Dalam dunia yang penuh ancaman baru dan tantangan baru, kalian bisa memilih pemimpin yang terlah teruji dan terbukti," tegas Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (7/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Empat tahun lalu, saya berjanji mengakhiri perang di Irak. Kita telah melakukannya. Saya berjanji untuk fokus kembali ke para teroris yang menyerang kita pada 11 September. Kita sudah melakukannya," tutur Obama.

"Kita telah mematahkan momentum Taliban di Afghanistan, dan pada 2014, perang terlama kita akan berakhir," imbuh Obama. "Menara baru telah berdiri di atas langit New York, Al-Qaeda dalam jalur kekalahan dan Osama bin Laden tewas," tandasnya.

"Lawan saya dan wakilnya itu baru untuk kebijakan luar negeri, namun dari semua yang telah kita lihat dan dengar, mereka ingin membawa kita kembali ke era gertakan dan kesalahan yang membuat Amerika membayar sangat mahal," cetus Obama.

"Lawan saya mengatakan 'tragis' untuk mengakhiri perang di Irak, dan dia tidak mengatakan pada kita bagaimana dia akan mengakhiri perang di Afghanistan," ujar Obama yang langsung disambut teriakan meriah dari para peserta konvensi.

Sebelumnya, mantan presiden AS Bill Clinton juga berpidato di konvensi tersebut untuk menyampaikan dukungan bagi Obama yang pernah menjadi rival politiknya. Usai pidato Clinton yang berapi-api, Obama memeluk hangat Clinton sementara para pengunjung serentak berdiri dan memberikan tepuk tangan panjang.

(ita/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini