Hal tersebut disampaikan Obama dalam pidatonya di Konvensi Nasional Partai Demokrat yang digelar di Charlotte, North Carolina pada Kamis, 6 September malam waktu setempat. Obama juga menyindir rivalnya, Mitt Romney, capres dari Partai Republik, yang disebutnya belum siap untuk diplomasi internasional.
"Dalam dunia yang penuh ancaman baru dan tantangan baru, kalian bisa memilih pemimpin yang terlah teruji dan terbukti," tegas Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (7/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita telah mematahkan momentum Taliban di Afghanistan, dan pada 2014, perang terlama kita akan berakhir," imbuh Obama. "Menara baru telah berdiri di atas langit New York, Al-Qaeda dalam jalur kekalahan dan Osama bin Laden tewas," tandasnya.
"Lawan saya dan wakilnya itu baru untuk kebijakan luar negeri, namun dari semua yang telah kita lihat dan dengar, mereka ingin membawa kita kembali ke era gertakan dan kesalahan yang membuat Amerika membayar sangat mahal," cetus Obama.
"Lawan saya mengatakan 'tragis' untuk mengakhiri perang di Irak, dan dia tidak mengatakan pada kita bagaimana dia akan mengakhiri perang di Afghanistan," ujar Obama yang langsung disambut teriakan meriah dari para peserta konvensi.
Sebelumnya, mantan presiden AS Bill Clinton juga berpidato di konvensi tersebut untuk menyampaikan dukungan bagi Obama yang pernah menjadi rival politiknya. Usai pidato Clinton yang berapi-api, Obama memeluk hangat Clinton sementara para pengunjung serentak berdiri dan memberikan tepuk tangan panjang.
(ita/nrl)










































