Toko yang menjual pakaian pria tersebut dibuka di Kota Ahmedabad, negara bagian Gujarat, India barat pada Agustus lalu. Toko tersebut diberi nama "Hitler" lengkap dengan lambang Swastika sebagai titik di huruf "i".
Komunitas Yahudi di Ahmedabad memprotes nama toko tersebut. Bahkan seorang pejabat senior Israel membahas masalah ini dengan pemerintah negara bagian setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Chandani, dirinya tidak mengira nama tersebut akan menuai protes. Dia mengaku tidak berniat mengelu-elukan nama diktator Jerman tersebut.
Menurut pria tersebut, nama toko tersebut dipilih sebagai penghargaan untuk kakeknya yang dijuluki Hitler karena merupakan "orang yang sangat tegas".
"Saya baru tahu Hitler bertanggung jawab atas pembunuhan enam juta orang saat peresmian toko. Kali ini saya akan memilih nama yang tidak kontroversial," imbuhnya.
Kedutaan Israel di India menyambut keputusan pemilik toko tersebut. Ditandaskannya, nama Hitler terus menimbulkan perasaan "sakit dan kehilangan" di kalangan komunitas Yahudi.
"Saya senang karena pemilik toko memutuskan untuk mengganti nama itu. Saya kira dia sadar bahwa itu bukan hal yang benar," pungkas Orna Sagive, pejabat kedutaan Israel di India.
(ita/nrl)











































