Dalam wawancara dengan surat kabar Israel, Haaretz seperti dilansir International Business Times, Rabu (5/9/2012), Hayden mengatakan, Israel tak punya sumber daya yang cukup yang bisa menjamin bahwa serangan militer akan mampu melumpuhkan program nuklir Iran.
"Pertama, Israel tidak tahu pasti mengenai lokasi fasilitas-fasilitas nuklir Iran. Meski sejumlah lokasi yang lebih besar, seperti pusat pengayaan uranium di Natanz dan Fordo, telah dikenal publik, yang lainnya mungkin tersembunyi dari intelijen Israel dan Barat," kata Hayden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak meremehkan talenta Israel, namun secara geometri dan fisika, program nuklir Iran akan mendatangkan tantangan sulit bagi militer manapun," ujar Hayden.
Hayden mengisyaratkan bahwa Israel tak akan berhasil jika melancarkan serangan terhadap Iran seorang diri, tanpa dukungan AS.
"Sumber daya Israel lebih terbatas dari yang dimiliki AS," kata Hayden seraya menambahkan, lokasi-lokasi nuklir yang lebih besar tidak mungkin hancur dalam satu serangan tunggal, melainkan harus diulang, dan hanya Angkatan Udara AS yang mampu melakukan hal tersebut.
(ita/nrl)










































