Sekitar 42 anak-anak telah 'diberhentikan' dari satuan angkatan bersenjata Myanmar pada Senin (3/9) waktu setempat. Mereka kemudian dikembalikan ke orangtua masing-masing.
Demikian seperti diberitakan surat kabar setempat, New Light of Myanmar dan dilansir Asia One, Rabu (5/9/2012).
Hingga saat ini diyakini masih ada ribuan anak-anak di bawah usia 18 tahun yang tergabung dalam militer Myanmar dan sejumlah kelompok bersenjata etnis setempat. Tidak dijelaskan lebih lanjut alasan rekrutmen tentara anak-anak tersebut oleh militer Myanmar.
Namun pada Juni lalu, pemerintah Myanmar menandatangani kesepakatan dengan PBB yang isinya mencegah rekrutmen tentara anak-anak dan memberikan akses kepada PBB untuk masuk ke setiap unit militer guna memeriksa keberadaan para tentara di bawah umur.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari upaya reformasi yang digalakkan oleh pemerintah baru Myanmar. Selain itu juga untuk menghilangkan citra buruk pemerintahan Myanmar yang selama beberapa dekade terakhir dikuasai oleh militer.
(nvc/ita)











































