Menurut Patrick Callanta, kepala operasi kantor pertahanan sipil di Kota Cagayan de Oro, satu orang terluka karena terkena reruntuhan rumah. Gempa ini membuat tembok-tembok retak dan sejumlah atap bangunan roboh.
"Bangunan-bangunan rumah dan tempat bisnis mengalami retak-retak di dinding atau lantai. Sejumlah atap ambruk," kata Callanta kepada kantor berita AFP, Selasa (3/9/2012). "Gempa mengguncang ketika orang-orang tidur," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, gempa ini terjadi pada Selasa sekitar pukul 03.44 waktu setempat. Pusat gempa berada di dekat Maramag, kota berpenduduk sekitar 90 ribu jiwa.
Sebelumnya gempa 7,6 SR mengguncang pantai timur Filipina pada Jumat, 31 Agustus lalu dan memicu peringatan tsunami. Akibatnya, lebih dari 130 ribu orang sempat panik meninggalkan rumah-rumah mereka. Gempa berkekuatan 5,9 SR juga menggoyang Mindanao, Filipina selatan pada Senin, 3 September kemarin namun tidak menimbulkan kerusakan maupun korban.
(ita/nrl)










































