Keluarga korban dan kepolisian mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (4/9/2012), Ehab Abu Nada pergi meninggalkan rumahnya pada Kamis, 30 Agustus lalu setelah bertengkar dengan ayahnya. Sang ayah mendesaknya untuk mencari pekerjaan guna membantu menghidupi keluarga mereka yang miskin.
Frustrasi karena tidak mendapatkan pekerjaan, remaja putra tersebut menyiramkan bensin ke tubuhnya dan membakar dirinya di dalam rumah sakit Shifa, Gaza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia pergi untuk mencari kerja dan dia tidak kembali. Hati saya hancur," ujar sang ayah sembari menangis saat diwawancara stasiun radio lokal.
"Kami hidup dalam kondisi menyedihkan. Kami tinggal di rumah kontrakan dan saya hampir tak bisa membayar sewanya," imbuh pria tersebut.
Kepolisian Gaza tengah melakukan penyelidikan atas kematian Abu Nada. Pengangguran diduga sebagai motif perbuatan nekat Abu Nada. Kematian Abu Nada memperjelas kondisi frustrasi atas kurangnya lapangan kerja di wilayah Gaza yang diblokade Israel. Seorang pria Gaza membakar dirinya karena putus asa pada tahun 2011 lalu namun nyawanya berhasil diselamatkan.
Menurut laporan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pekan lalu, angka kemiskinan mencapai sekitar 40 persen di kalangan penduduk Gaza yang berjumlah sekitar 1,6 juta jiwa. Disebutkan pula bahwa hampir 30 persen warga Gaza merupakan pengangguran.
(ita/nrl)











































