Menurut dekrit presiden yang dikeluarkan tanggal 31 Agustus, Nesterov telah resmi dilengserkan dari jabatannya. Dekrit tersebut dipublikasikan dalam situs resmi Kremlin pada hari ini dan dilansir AFP, Senin (3/9/2012).
Pria berusia 63 tahun ini telah menjabat sebagai Direktur Umum Produksi Pusat Ruang Angkasa dan Riset Nasional Khrunichev sejak tahun 2005. Biro Ruang Angkasa Khrunichev merupakan badan luar angkasa terbesar di Rusia yang bermarkas di Moskow, yang selama ini memproduksi dan melakukan peluncuran roket-roket Proton ke luar angkasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan dengan para pejabat tersebut, PM Medvedev menyebut serangkaian kegagalan tersebut 'telah melemahkan reputasi Rusia di mata internasional sebagai negara yang memimpin dalam misi luar angkasa.' Nesterov yang juga hadir dalam pertemuan tanggal 14 Agustus tersebut, kemudian diminta untuk mengundurkan diri.
Diketahui bahwa pada 6 Agustus lalu, 2 buah satelit milik Rusia hilang setelah upaya peluncuran menggunakan roket Proton-M gagal mencapai orbit. Satelit telekomunikasi, milik Rusia MD2 dan milik Indonesia Telkom-3, tidak bisa melakukan kontak.
Komisi penyelidikan pun dibentuk untuk menyelidiki kegagalan tersebut. Hasilnya menunjukkan adanya masalah pada Briz-M, bagian atas roket Proton-M. Otoritas Rusia pun langsung memerintahkan inspeksi terhadap seluruh hasil produksi Briz-M dan upaya peluncuran dalam beberapa waktu ke depan terpaksa ditunda.
Selain itu, masalah pada program ruang angkasa Rusia juga diwarnai oleh adalah persoalan teknis yang berujung pada hilangnya belasan satelit dan penjelajah Rusia sejak tahun lalu, termasuk kendaraan luar angkasa pembawa Progress yang bertugas mengangkut sejumlah perlengkapan ke Stasiun Ruang Angkasa Internasional.
(nvc/ita)











































