Berpisah dengan Istri, Pria Inggris Habisi Nyawa 2 Anaknya

Berpisah dengan Istri, Pria Inggris Habisi Nyawa 2 Anaknya

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Sep 2012 16:52 WIB
Berpisah dengan Istri, Pria Inggris Habisi Nyawa 2 Anaknya
Lokasi kejadian (Daily Mail)
London, - Seorang ayah tega menghabisi nyawa kedua putranya yang masih berusia 11 tahun dan 3 tahun gara-gara perpisahannya dengan sang istri. Setelah melakukan perbuatan keji terhadap kedua buah hatinya, pria berusia 36 tahun ini pun nekat gantung diri.

Jasad Graham Anderson dan kedua buah hatinya ini baru ditemukan oleh sang pemilik apartemen yang dihuni oleh Graham di wilayah Tidworth, Wiltshire, Inggris, pada Sabtu (1/9) waktu setempat. Saat itu sang pemilik apartemen tengah menunjukkan sejumlah apartemen lainnya kepada calon penyewa baru.

Semenjak kedua orangtuanya berpisah, kedua bocah tersebut tinggal bersama ibu mereka di Andover, Hampshire. Namun kemudian keduanya secara rutin datang mengunjungi Graham di kediamannya. Sang ibu, Victoria Jones (30) telah melihat jasad korban dan memastikan bahwa 2 anak yang telah tak bernyawa tersebut merupakan buah hatinya, yakni Jack (11) dan Bryn (3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana kondisi jasad ketiganya saat ditemukan. Tidak diketahui juga bagaimana cara Graham menghabisi nyawa kedua buah hatinya. Demikian seperti dilansir Daily Mail, Senin (3/9/2012).

Kepolisian setempat masih menangani kasus ini. Meski mengkategorikan kematian korban dalam kasus ini cukup mencurigakan, namun kepolisian setempat tidak mencurigai adanya pelaku lain dalam kasus ini. Motif Graham melakukan perbuatan ini diduga karena masih tidak bisa menerima perpisahannya dengan sang istri.

Meski belum mengetahui secara pasti kronologi insiden ini, namun kepolisian mencurigai aksi keji Graham tersebut dilakukan pada Kamis (30/8) pagi waktu setempat.

"Sang ibu sangat-sangat terkejut mengetahui hal ini. Kami menyampaikan duka mendalam bagi pihak keluarga dan kerabat korban," ujar Kepala Detektif setempat, Inspektur Ian Saunders.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini