Netanyahu: Iran Tak Boleh Diizinkan Memiliki Senjata Nuklir

Netanyahu: Iran Tak Boleh Diizinkan Memiliki Senjata Nuklir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 03 Sep 2012 10:38 WIB
Netanyahu: Iran Tak Boleh Diizinkan Memiliki Senjata Nuklir
Benjamin Netanyahu (AFP)
Tel Aviv, - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut komunitas internasional gagal membuat "garis merah yang jelas" bagi Iran atas program nuklirnya. Hal ini disampaikan Netanyahu setelah laporan PBB menemukan bahwa Teheran telah melipatgandakan kemampuan pengayaan uraniumnya di sebuah lokasi nuklir.

"Saya pikir kita harus bicara jujur -- komunitas internasional tidak membuat garis merah yang jelas bagi Iran," kata Netanyahu dalam pidatonya mengawali sidang mingguan kabinet.

"Iran tidak melihat tekad komunitas internasional untuk menghentikan program nuklirnya," imbuh Netanyahu seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (3/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai Iran melihat garis merah yang jelas ini dan tekad ini, Iran tak akan berhenti mengembangkan program nuklirnya. Iran tak boleh diizinkan memiliki senjata nuklir," tandasnya.

Pernyataan Netanyahu itu disampaikan menyusul munculnya detail laporan baru dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada Kamis, 30 September lalu. Dalam laporan badan pengawas nuklir PBB itu disebutkan, Iran telah melipatgandakan kemampuan pengayaan uraniumnya di fasilitas nuklir bawah tanah Fordo, meski adanya resolusi Dewan Keamanan PBB dan sanksi-sanksi internasional.

Uranium yang telah diperkaya bisa digunakan untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi. Namun itu juga bisa digunakan untuk memproduksi senjata nuklir dan sejumlah resolusi Dewan Keamanan PBB telah menyerukan Iran untuk menghentikan pengayaan uranium.

(ita/nrl)


Berita Terkait