Latihan ini digelar setelah pemerintah membeberkan skenario bencana terburuk mengenai gempa di Lautan Pasifik yang bisa menewaskan lebih dari 320 ribu orang.
Latihan tahunan ini juga dilakukan menyusul peringatan tsunami yang sempat dikeluarkan di Jepang pada Jumat malam lalu menyusul gempa 7,6 Skala Richter yang mengguncang pantai Filipina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda, yang mengenakan pakaian kerja, menggelar konferensi pers pura-pura di kantor PM dan menyerukan warga untuk dengan tertib melakukan evakuasi.
Latihan tahunan yang diberi nama Disaster Prevention Day ini dimaksudkan untuk berlatih atas kemungkinan skenario gempa 7,3 SR yang mematikan di Tokyo. Latihan ini juga digelar untuk memperingati gempa Great Kanto tahun 1923 yang merenggut lebih dari 100 ribu nyawa.
Sebelumnya pada Rabu (29/8) lalu, pemerintah Jepang menyatakan, diperkirakan sekitar 323 ribu orang bisa tewas dalam skenario terjadinya gempa bawah laut dengan kekuatan 9 SR yang menimbulkan gelombang tsunami setinggi 34 meter.
Pada 11 Maret 2011 lalu, gempa 9 SR mengguncang Jepang dan menimbulkan tsunami dahsyat yang menyebabkan sekitar 19 ribu orang tewas atau hilang. Bencana ini juga menimbulkan krisis nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima.
(ita/ita)










































