2 Pekan Menghilang, Wartawan AS Ternyata Disandera Tentara Suriah

2 Pekan Menghilang, Wartawan AS Ternyata Disandera Tentara Suriah

- detikNews
Jumat, 31 Agu 2012 11:16 WIB
2 Pekan Menghilang, Wartawan AS Ternyata Disandera Tentara Suriah
Austin Tice (AFP)
Damaskus, - Seorang wartawan asal Amerika Serikat (AS) tidak diketahui keberadaannya di Suriah. Terungkap bahwa reporter Washington Post ini disandera oleh tentara Suriah.

Austin Tice yang merupakan wartawan lepas Washington Post ini dilaporkan ditahan oleh tentara Suriah di Daraya, pinggiran Damaskus. Disebutkan bahwa tentara di wilayah tersebut, yang minggu lalu membantai ratusan orang, sangatlah loyal terhadap Presiden Bashar al-Assad.

"Dia ditahan oleh tentara pemerintah di wilayah pinggiran Damaskus, di mana tentara pemberontak bentrok dengan tentara pemerintah," ujar Duta Besar Republik Ceko untuk Suriah, Eva Filipi, seperti dilansir AFP, Jumat (31/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria berusia 31 tahun ini bekerja untuk surat kabar Washington Post dan juga McClatchy. Kedua media tersebut berusaha keras mengupayakan pembebasan Tice.

"Kami masih menyelidiki laporan bahwa Austin Tice dalam penahanan otoritas Suriah. Jika laporan tersebut benar, kami mendorong otoritas tersebut untuk segera melepaskannya, tanpa kurang suatu apa pun. Wartawan seharusnya tidak ditahan saat sedang bertugas, bahkan --terutama-- dalam situasi sulit sekalipun," ujar Editor Eksekutif Washington Post, Marcus Brauchli.

Secara terpisah, Wakil Presiden surat kabar McClatchy, Anders Gyllenhaal, juga menuturkan hal senada. "Jika memang benar dia ditahan oleh pemerintah Suriah, kami berharap dia dalam kondisi baik dan segera dibebaskan," ucapnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan pihaknya telah memohon dilakukannya penyelidikan resmi untuk menelusuri keberadaan Tice, namun mendapat penolakan dari rezim Presiden Assad. Sehingga AS terpaksa bekerjasama dengan Kedutaan Republik Ceko dalam mendapat informasi soal kondisi dan keberadaan Tice.

Diketahui bahwa Tice masuk ke wilayah Suriah pada Mei lalu tanpa visa. Hal ini biasa dilakukan para wartawan yang bertugas di Suriah, mengingat pemerintah setempat sulit mengeluarkan visa pers. Di Suriah, Tice mengikuti perjalanan tentara pemberontak hingga akhirnya mencapai Ibukota Damaskus pada akhir Juli lalu. Kontak terakhir kedua media tersebut dengan Tice adalah pada 13 Agustus lalu. Saat itu, Tice belum berniat untuk meninggalkan Suriah.

Sebelum memulai profesinya sebagai wartawan pada Januari lalu, Tice mengabdikan dirinya sebagai kapten Marinir AS dan pernah diterjunkan ke Afghanistan dan Irak. Sebagai wartawan lepas, Tice juga menjadi kontributor sejumlah media ternama seperti CBS News, Al Jazeera English dan MCT Photo Service.

(nvc/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads