Seperti diberitakan Xinhua dan dilansir AFP, Jumat (31/8/2012), sebagian besar korban tewas merupakan pekerja tambang. Total ada 154 pekerja tambang yang sedang bekerja di kompleks Tambang Batu Bara Xiaojiawan, kota Panzhihua, Provinsi Sichuan, ketika ledakan terjadi pada Rabu (29/8) sore waktu setempat.
Upaya pencarian korban yang dilakukan oleh tim penyelamat mengalami sedikit hambatan. Suhu udara yang terlampau panas dan keberadaan gas beracun karbon monoksida di area penambangan cukup mempersulit tim penyelamat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden serupa sebenarnya bukan hal baru di China. Sebagian insiden dinilai disebabkan oleh kurangnya standar keamanan kerja dan tekanan yang diberikan kepada para pekerja untuk memenuhi kuota hasil tambang dan demi keuntungan produksi.
Pemerintah China mencatat, sebanyak 1.973 orang tewas dalam insiden yang terjadi di area penambangan sepanjang tahun 2011 lalu. Sedangkan pada tahun 2010, tercatat ada 2.433 orang yang tewas dalam insiden serupa. Angka tersebut mengalami penurunan dari tahun 2009 yang mencapai 2.631 orang.
Namun sejumlah organisasi buruh setempat menyatakan, korban tewas akibat insiden kerja di area tambang terus meningkat. Namun pemilik tambang seringkali enggan melaporkan insiden yang dialami pekerjanya karena mereka tidak mau rugi dan juga menghindari sanksi. China merupakan salah satu negara pengguna batu bara terbesar di dunia, dimana penggunaan batu bara sebagai bahan bakar mencapai 70 persen dari kebutuhan totalnya.
(nvc/mad)










































