Badai Bolaven Menerjang Korsel, 15 Nyawa Melayang

Badai Bolaven Menerjang Korsel, 15 Nyawa Melayang

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Agu 2012 12:00 WIB
Badai Bolaven Menerjang Korsel, 15 Nyawa Melayang
AFP
Seoul, - Badai Bolaven yang menerjang wilayah Korea Selatan (Korsel) memakan korban jiwa. Sejauh ini dilaporkan 15 orang tewas dan 10 orang lainnya masih hilang.

Badai Bolaven tercatat sebagai topan terkuat yang menerjang wilayah Korsel selama satu dekade terakhir. Topan ini menimbulkan kerusakan di wilayah selatan dan pusat Korsel.

Pada Selasa (28/8) waktu setempat, topan ini menerjang dua kapal nelayan China yang tengah berlabuh di Pulau Jeju. Upaya penyelamatan pun dilakukan, tim penyelamat berjibaku menerjang gelombang besar dan berhasil menyelamatkan 12 orang. Selain itu tim juga menemukan 5 jasad korban tewas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan sebanyak 10 orang lainnya, yang sebagian besar awak kapal, dinyatakan hilang. Petugas berjanji untuk 'berupaya keras' dalam menemukan seluruh awak kapal yang hilang.

"Kami menerjunkan sekitar 130 orang termasuk para penyelam untuk mencari awak kapal yang masih hilang. Sebuah helikopter juga menyisir lokasi," ujar seorang anggota tim penyelamat di pos penjaga pantai Seogwipo, Jeju, kepada AFP, Rabu (29/8/2012).

Sementara itu, korban tewas lainnya sebagian besar karena tertimpa runtuhan tembok atau atap yang rusak akibat badai yang disertai angin kencang ini. Secara terpisah, Kementerian Administrasi Publik memastikan bahwa korban tewas dalam bencana ini mencapai 15 orang, termasuk di antaranya 5 warga negara China.

Secara keseluruhan, badai Bolaven ini memicu kerusakan cukup dahsyat di Korsel. Tercatat ada 235 lampu lalu lintas yang rusak, 7.857 pohon tumbang, serta 42 kapal, 35 rumah dan 1.195 rumah kaca yang hancur. Tidak hanya itu, lahan pertanian seluas 6.418 hektar juga hancur akibat badai ini.

Saat ini dilaporkan bahwa Badai Bolaven bergerak menjauhi Korsel, menuju ke Korea Utara (Korut). Media Korut menyatakan, badai ini merusak lahan pertanian dan memutuskan aliran listrik di kota Haeju, dan menumbangkan 300 pohon yang ada di pinggir jalanan Pyongyang-Kaesong yang berdampak pada terganggunya arus lalu lintas.

Pada Rabu pagi, badai ini dilaporkan telah melewati Sungai Yalu menuju ke wilayah China.

Bolaven juga berdampak di Indonesia. Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, Bolaven memberikan dampak besar berupa tingginya gelombang air laut, dan meningkatnya intensitas hujan di Indonesia Tengah dan Timur. Banjir di Parigi, Sulteng, pekan lalu juga dipengaruhi topan ini. Banjir ini menyebabkan 2 orang meninggal dunia.

(nvc/nrl)


Berita Terkait