Keputusan tersebut diberikan pengadilan karena Martin dianggap telah menjalani setengah massa tahanan dari vonis pengadilan sebelumnya. Martin divonis 30 tahun penjara karena dakwaan turut membantu suaminya dalam pembunuhan enam anak perempuan.
Sebelumnya pengadilan banding tertinggi menolak permintaan jaksa untuk membatalkan keputusan pengadilan yang memberikan pembebasan pada Martin, dan menyetujui pembebasan Martin selama narapidana tersebut memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Sedikit cerita mengenai aksi kejahatan Dutroux, dia ditangkap pada tahun 1996 dan dinyatakan bersalah atas kasus penculikan dan memperkosa enam anak perempuan. Dia membunuh dua orang korbannya sementara sisanya dikurung di sel bawah tanah.
Sementara Martin didakwa ikut terlibat karena gagal memberi makan korban yang diculik suaminya saay Dutroux ditahan karena kasus pencurian mobil.
Pengacara Martin, Thierry Moreau mengatakan kepada wartawan, bahwa kliennya segera akan meninggalkan penjara tempat penahanan.
"Karena apabila penahanan lebih lama dari hari ini (keputusan bebas) berarti seseorang telah melakukan pelanggaran," kata Thierry.
Sementara itu, di luar ruang sidang ratusan orang turun ke jalan di Brussels untuk memprotes pembebasan Martin dan menuntut aturan ketat bagi pembebasan penjahat.
Martin akan tinggal di sebuah biara di desa Malonne, 60 km (37 mil) tenggara dari Brussels. Biara tersebut dihiasi grafiti mengenai protes terhadap aksi keji Martin dan suaminya.
(ahy/ahy)











































