China Selidiki Insiden Penyerangan Dubes Jepang Terkait Sengketa Pulau

China Selidiki Insiden Penyerangan Dubes Jepang Terkait Sengketa Pulau

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 28 Agu 2012 17:31 WIB
China Selidiki Insiden Penyerangan Dubes Jepang Terkait Sengketa Pulau
Uichiro Niwa (Japan Embassy/BBC)
Beijing, - Otoritas China menanggapi serius insiden penyerangan mobil Duta Besar (Dubes) Jepang di Beijing terkait sengketa pulau antar kedua negara. Aparat setempat tengah melakukan investigasi menyeluruh atas peristiwa ini.

"Pemerintah China selalu mematuhi Konvensi Wina soal Hubungan Diplomatik untuk melindungi keselamatan duta besar maupun personel kedutaan asing," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China seperti dikutip oleh Xinhua dan dilansir oleh Reuters, Selasa (28/8/2012).

Dipicu ketegangan yang muncul antara dua negara terkait sengketa pulau, seorang pria China menyerang sebuah mobil yang membawa Duta Besar Jepang untuk China, Uichiro Niwa pada Senin (27/8). Pria yang tidak disebutkan identitasnya tersebutnya bahkan merobek bendera Jepang yang terpasang pada mobil tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden penyerangan ini memicu protes dari masyarakat Jepang. Bahkan Kedubes Jepang sempat melayangkan protes keras kepada Kementerian Luar Negeri China. Namun Kedubes Jepang juga memberikan pernyataan bahwa Duta Besar Uichiro Niwa dalam keadaan selamat dan tidak mengalami luka apa pun dalam insiden tersebut.

Ketegangan terjadi antara Jepang dan China akibat sengketa kepemilikan sebuah pulau tak berpenghuni. China menyebutnya sebagai Pulau Diaoyu, sedangkan Jepang menyebutnya sebagai Pulau Senkaku. Sengketa kedua negara dalam memperebutkan pulau yang kaya dengan hasil lau dan potensi gas alam ini telah berlangsung sejak lama.

Sementara itu, masih terkait sengketa pulau ini, beberapa waktu lalu penjaga pantai Jepang menahan aktivis China yang berlayar dari Hongkong dan mendarat di pulau tersebut. Penahanan ini memicu demonstrasi anti-Jepang secara terus menerus di China dalam dua pekan terakhir.

(nvc/nrl)


Berita Terkait