Pesawat Mata-mata AS Tewaskan 15 Militan di Pakistan

Pesawat Mata-mata AS Tewaskan 15 Militan di Pakistan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 24 Agu 2012 18:30 WIB
Pesawat Mata-mata AS Tewaskan 15 Militan di Pakistan
Ilustrasi (Press TV)
Islamabad, - Pesawat mata-mata tanpa awak milik Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke tiga markas persembunyian militan di Pakistan. Serangan ini menewaskan sedikitnya 15 militan di dekat wilayah perbatasan dengan Afghanistan.

"Jumlah korban tewas dalam tiga serangan pesawat mata-mata AS di wilayah North Waziristan sejauh ini mencapai 15 orang," ujar seorang pejabat keamanan senior setempat di Peshawar kepada AFP, Jumat (24/8/2012).

Secara terpisah, seorang pejabat keamanan lainnya menyampaikan informasi yang sama. "Saat ini, kami mendapat laporan bahwa serangan tersebut menewaskan 15 orang dan melukai beberapa orang lainnya," jelas pejabat yang enggan disebut namanya tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun dikhawatirkan jumlah korban tewas masih bisa bertambah, mengingat upaya pengumpulan data masih dilakukan oleh otoritas setempat.

Serangan mematikan tersebut dilakukan militer AS di desa Tundar, North Waziristan, yang dikenal menjadi markas persembunyian kelompok militan Taliban dan juga Al-Qaeda. Namun otoritas setempat juga menyatakan wilayah tersebut dihuni oleh kelompok militan setempat yang tergabung dalam Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Seorang pejabat keamanan setempat menuturkan sejumlah pesawat mata-mata AS terus terbang berputar di atas wilayah tersebut saat penyerangan terjadi.

"Pesawat mata-mata AS menembakkan enam rudal, masing-masing dua rudal ke arah tiga markas persembunyian militan," terang pejabat yang lagi-lagi enggan disebut namanya tersebut.

Selama ini, otoritas dan penduduk Pakistan menentang penggunaan pesawat mata-mata AS untuk menyerang para militan di wilayah mereka. Menurut otoritas Pakistan, cara tersebut tidak produktif karena korban tewas terkadang berasal dari kalangan sipil.

Bahkan pihak Pakistan menyebut tindakan AS tersebut telah melanggar kedaulatan Pakistan dan menimbulkan sentimen anti-AS di masyarakat setempat. Tapi sayangnya, pihak AS mengabaikan peringatan tersebut dan terus melakukan penyerangan dengan pesawat mata-mata tak berawak tersebut.

(nvc/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini