Bentrok dengan Polisi, 113 Pelajar & Mahasiswa di Chili Ditangkap

Bentrok dengan Polisi, 113 Pelajar & Mahasiswa di Chili Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 24 Agu 2012 12:50 WIB
Bentrok dengan Polisi, 113 Pelajar & Mahasiswa di Chili Ditangkap
AFP
Santiago, - Sebanyak 113 orang yang merupakan pelajar dan mahasiswa yang terlibat aksi unjuk rasa di Santiago, Chili, ditangkap polisi. Penangkapan dilakukan setelah unjuk rasa yang menuntut pendidikan lebih baik tersebut, berujung bentrokan antara polisi dengan demonstran.

Unjuk rasa tersebut diikuti oleh 4.500 pelajar dan mahasiswa yang berasal dari sejumlah sekolah tinggi dan universitas di Chili. Mereka menduduki sejumlah sekolah dan mengambil alih jalanan kota Santiago, pada Kamis (23/8) waktu setempat.

Para pelajar dan mahasiswa tersebut menuntut peningkatan dan perbaikan sistem pendidikan di Chili yang selama ini dinilai tidak adil dan terlalu mahal. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Jumat (24/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas kota Santiago menyatakan, ada sekitar 113 orang yang ditahan dari sejumlah wilayah kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 orang merupakan warga dewasa, sedangkan sekitar 74 orang lainnya merupakan warga di bawah umur.

Sementara itu di dekat Istana Kepresidenan Chili di La Moneda, sejumlah demonstran berkerudung melempari polisi penjaga keamanan dengan batu dan botol sambil mengacung-acungkan tongkat. Untuk membubarkan mereka, polisi terpaksa menggunakan water cannon dan gas air mata. Aksi ini sempat memacetkan jalan utama kota Santiago selama 2 jam lebih.

Aksi protes para pelajar dan mahasiwa yang menuntut reformasi sistem pendidikan di Chili pecah sejak tahun lalu. Pekan lalu, dilaporkan sekitar 139 orang yang terlibat unjuk rasa di sejumlah sekolah ditangkap oleh polisi.

Kisruh soal sistem pendidikan ini berawal pasca masa kepemimpinan diktator Augusto Pinochet pada tahun 1973-1990 lalu. Di mana saat itu, anggaran bagi pendidikan umum di Chili mengalami pemotongan yang besar sehingga menyisakan sebuah sistem yang menguntungkan pendidikan swasta yang mahal yang tentu saja tak bisa dijangkau oleh rakyat kurang mampu.

(nvc/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads