Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sepakat untuk membekukan keanggota Suriah terkait konflik yang berlangsung di negeri itu. Pemerintah Iran pun mengecam keputusan OKI tersebut. Iran yang merupakan sekutu Suriah, menyebut langkah tersebut "tidak fair dan tidak adil."
Keputusan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan negara-negara anggota OKI dalam KTT yang digelar di Makkah, Arab Saudi.
"Suriah harusnya diundang ke KTT tersebut untuk membela dirinya sendiri," cetus Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi kepada kantor berita resmi Iran, IRNA dan dilansir AFP, Kamis (16/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan Salehi juga hadir dalam KTT OKI yang berlangsung selama dua hari itu. Namun mereka tidak mampu mencegah keputusan tersebut karena mayoritas negara-negara anggota OKI menyetujui pembekuan keanggotaan Suriah.
Dikatakan Salehi, pemerintah Iran menolak keputusan tersebut "karena ini bertentangan dengan piagam dasar organisasi."
Iran selaku sekutu terbesar rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, telah menjanjikan dukungan penuh bagi Assad dalam perangnya melawan oposisi bersenjata. Namun Iran membantah telah mengirimkan pasukan militer ataupun persenjataan ke Suriah. Alasannya, Suriah tidak butuh bantuan negara lain karena negara itu mampu untuk mempertahankan dirinya sendiri. (ita/)











































