Pemberontak Suriah, Free Syrian Army (FSA) mengklaim sebagai dalang serangan bom tersebut. FSA menyatakan, serangan itu menargetkan pertemuan operasional reguler para pejabat militer dan para anggota milisi pro-pemerintah, shabiha.
"Operasi FSA menargetkan kantor komando militer dengan bahan peledak yang dirancang untuk meledak di pertemuan para perwira militer dan anggota shabiha (milisi pro-pemerintah) yang memutuskan soal operasi harian di Damaskus," kata Maher Nuwaimi, kepala komando koordinasi FSA di Suriah kepada AFP, Rabu (15/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini pertempuran antara pasukan Suriah dan para pemberontak masih terus berlangsung di sejumlah daerah. Konflik yang terjadi di Suriah telah berlangsung sejak pertengahan Maret 2011 lalu. Menurut kelompok-kelompok HAM, lebih dari 15 ribu orang telah tewas selama konflik berkepanjangan tersebut.
Negara-negara Barat dan Liga Arab telah menyerukan pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad demi menghentikan pertumpahan darah tersebut. Namun rezim Assad bersikeras menolak untuk didikte pihak-pihak asing. Ditegaskan bahwa masa depan pemerintah berada sepenuhnya di tangan rakyat Suriah.
(ita/vit)











































