Dilarang Berjilbab, Mantan Pelayan Restoran Tuntut Disney

Dilarang Berjilbab, Mantan Pelayan Restoran Tuntut Disney

- detikNews
Rabu, 15 Agu 2012 11:37 WIB
Dilarang Berjilbab, Mantan Pelayan Restoran Tuntut Disney
foto: Reuters
California, - Seorang mantan pegawai restoran Disneyland, Amerika Serikat menggugat perusahaan Walt Disney Co atas diskriminasi agama dan pelecehan. Wanita itu mengaku dipecat karena dia ingin memakai jilbab saat bekerja.

Wanita bernama Imane Boudlal tersebut tadinya bekerja sebagai pelayan di Storytellers Cafe, restoran di dalam area Disney's Grand California Hotel & Spa di Disneyland, di Anaheim, California.

Dalam berkas gugatannya disebutkan, para manajer Disney menolak permintaannya untuk memakai jilbab saat bekerja. Alasannya, hal tersebut akan melanggar kebijakan perusahaan mengenai bagaimana penampilan para pegawai saat bekerja. Di antara larangan tersebut, kebijakan perusahaan melarang tato-tato yang terlihat dan kuku-kuku jari yang panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam gugatannya seperti dilansir Reuters, Rabu (15/8/2012), Boudlal menyebutkan, dirinya diberikan pilihan untuk bekerja di bagian belakang, jauh dari para pelanggan, atau mengenakan topi bergaya fedora di atas jilbabnya. Ketika wanita berumur 28 tahun itu menolak, dia pun dipecat.

Boudlal yang warga negara AS kelahiran Maroko itu mengatakan, dirinya juga mengalami hinaan anti-Arab dan antimuslim. Teman-teman sekerjanya dan bahkan atasannya sering menyebut dirinya "teroris" dan "unta". Ketika dia melaporkan insiden-insiden itu ke para manajer, mereka tidak mengambil tindakan apapun.

"Disneyland menyebut dirinya tempat paling membahagiakan di dunia, namun saya menerima gangguan begitu saya mulai bekerja di sana," kata Boudlal dalam statemen yang dirilis American Civil Liberties Union of Southern California. "Itu semakin parah ketika saya memutuskan untuk memakai jilbab," imbuhnya.

Pihak Disney menegaskan pihaknya telah menawarkan beberapa opsi untuk kostum yang akan mengakomodasi keyakinan agama Boudlal, serta empat pekerjaan berbeda di mana dia bisa memakai jilbabnya.

"Walt Disney Parks and Resorts punya sejarah mengakomodasi permintaan agama dari para anggota dari semua keyakinan," demikian pernyataan juru bicara Disneyland Resort, Suzi Brown. "Sayangnya, Boudlal menolak semua upaya kami dan sejak itu menolak datang bekerja," ujar Brown.

Dalam gugatannya, Boudlal menuntut ganti rugi dan perintah yang menyebutkan Disney tidak bisa melarang para pegawainya mengenakan jilbab. Boudlal juga meminta agar Disney diperintahkan untuk memberikan pelatihan antipelecehan bagi para pegawai mengenai isu-isu Muslim.
(ita/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads