"Arab Saudi merupakan rezim otoriter dan monarki absolut, di mana kejahatan-kejahatan HAM serius terjadi," kata Enstrom kepada kantor berita Swedia, TT seperti dilansir Press TV, Selasa (14/8/2012).
"Pemerintah Swedia tidak mengkualifikasikan negara-negara sebagai demokrasi atau diktator, namun jika pilihan untuk menggambarkan Arab Saudi cuma sebagai demokrasi atau diktator, maka Arab Saudi harus digambarkan sebagai diktator," cetus Enstrom, yang juga anggota Moderate Party pimpinan Perdana Menteri Swedia Fredrik Reinfeldt.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Februari 2011, para demonstran nyaris setiap hari menggelar aksi demo di Saudi, khususnya di Qatif dan Awamiyah di Eastern Province. Massa menyerukan pembebasan semua tahanan politik juga kebebasan berekspresi dan berkumpul serta penghentian diskriminasi yang meluas.
Namun belakangan, aksi-aksi demo tersebut berubah menjadi protes terhadap rezim Al Saud, khususnya sejak November 2011 ketika aparat Saudi menewaskan lima demonstran dan melukai banyak lainnya di Eastern Province. Aksi demo serupa juga telah digelar di Riyadh dan Madinah dalam beberapa pekan terakhir.
(ita/vit)











































