Bentrok massa antara sekitar 100 pemuda setempat dengan 150 polisi tersebut terjadi di Amiens pada Senin (13/8) malam waktu setempat seperti diberitakan AFP, Selasa (14/8/2012).
Polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa setelah belasan polisi terluka akibat dilempari massa dengan batu, botol dan benda-benda lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penangkapan tersebut dianggap tidak sensitif karena dilakukan saat banyak warga sekitar tengah menghadiri pemakaman seorang pemuda berumur 20 tahun yang tewas dalam kecelakaan motor.
Gilles Demailly, Walikota Amiens mengatakan, dirinya telah menyaksikan "adegan penghancuran" di kota yang terkenal akan universitasnya dan katedral Gothic abad ke-13nya.
"Ada insiden-insiden reguler di sini namun telah bertahun-tahun lamanya kami tidak mendengar tentang malam yang begitu keras seperti ini dengan begitu banyak kerusakan," cetus Demailly kepada AFP.
Kerusuhan yang terjadi Senin (13/8) sekitar pukul 21.00 waktu setempat itu baru berakhir pada Selasa (14/8) sekitar pukul 04.00 waktu setempat.
(ita/vit)











































